Matangkan Persiapan, Pemkot Kendari Rapat Penialain Adipura dan World Clean Up Day

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Sep 2025 13:29 1016 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, SKM, memimpin Rapat Koordinasi persiapan pelaksanaan penilaian Adipura Tahun 2025, dan persiapan penyelenggaraan World Clean Up Day di Aula Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Senin (15/9/2025)

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan sesuai arahan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menekankan setiap daerah agar peka terhadap isu kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Hal itu adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tanggung jawab pemerintah.
“World Clean Up Day bukan hanya seremoni, ini adalah gerakan global. Kita tergabung dalam jutaan manusia yang bergerak untuk bumi yang lebih baik,” tegas Wali Kota.

Dia menilai persoalan sampah tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga bisa berdampak besar bagi kesehatan, mencemari tanah dan air, serta merusak ekosistem. Karena itu, langkah serius harus dilakukan bersama.

“World Cleanup Day adalah gerakan mendunia yang menyatukan jutaan orang di seluruh penjuru. Tahun ini kita diberi tugas mulia untuk menjadikannya titik balik perubahan perilaku masyarakat,” katanya.

Dalam paparannya, Siska menjelaskan sejumlah strategi yang sudah disusun Pemkot Kendari. Mulai dari sosialisasi publik melalui media sosial, radio, hingga pemasangan spanduk di titik-titik strategis.

Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, produksi sampah harian mencapai 6.302 ton. Namun, pengelolaan mandiri baru menyumbang sekitar 94,92 ton, sementara pengolahan melalui TPST dan TPS3R masih sangat minim.

Saat ini, tingkat pengelolaan sampah baru mencapai 20,59 persen, jauh dari target nasional minimal 50 persen.

Kepala Dinas DLHK Kota Kendari, Erlis Kencana, mengungkapkan bahwa situasi ini harus menjadi alarm bersama.

“Karena itu, World Clean Up Day adalah momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif. Kami mendorong masyarakat memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah tangga,” katanya.

Rapat koordinasi ini juga membahas titik-titik prioritas pembersihan, seperti pasar, taman kota, fasilitas umum, daerah aliran sungai, pesisir pantai, hingga area-area strategis seperti sekolah dan jalan protokol.

Lurah dan camat pun diminta untuk melakukan pendataan rinci agar kegiatan bersih-bersih dapat berjalan efektif dan menyentuh wilayah paling membutuhkan intervensi.

Kadis DLHK ini juga mengatakan selain bersih-bersih, kegiatan ini juga akan diisi dengan edukasi pengelolaan sampah, seperti sosialisasi pemilahan sampah, pembuatan eco-enzym, dan biopori.

“Ibu Wali Kota sudah menginstruksikan camat dan lurah agar aktif turun langsung mengajak warga menjaga kebersihan. Kesadaran harus tumbuh dari rumah tangga hingga ke lingkungan sekitar,” jelasnya.

“Saya mengajak kita semua membuktikan bahwa Kendari bisa menjadi kota yang bersih, indah, dan berkelanjutan. Momentum World Cleanup Day harus kita jadikan perubahan dari sekadar membersihkan menjadi menjaga kebersihan setiap hari,” tutupnya.

Nah adanya persiapan yang matang, Pemkot Kendari optimistis bisa meraih hasil terbaik dalam penilaian Adipura 2025. Namun lebih penting, langkah ini diharapkan melahirkan budaya bersih yang terus terjaga untuk generasi mendatang. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x