
HALUANSULTRA.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Karya Kesehatan Kendari menggelar sunatan massal dalam rangka memperingati Milad ke-13. Sebanyak 63 “burung” anak dipotong di halaman Stikes Karya Kesehatan.
Sejak pagi, puluhan anak bersama orang tua memadati area kegiatan. Hingga pukul 12 siang, tercatat 63 anak telah mengikuti sunatan massal dan angka yang melebihi ekspektasi panitia. Antusiasme ini menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kontribusi STIKES dalam memberikan layanan kesehatan yang bermanfaat dan berkualitas.
Ketua STIKES Karya Kesehatan, Dr. Saiful Saehu, ST., M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami ingin membuktikan bahwa kami tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun kesehatan komunitas,” ujarnya, kepada media ini, Senin 30 Juni 2025.
Tidak hanya melayani sunat gratis, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi kesehatan bagi para orang tua. Sambil menunggu giliran anak-anak mereka disunat, para orang tua mendapatkan penyuluhan tentang peran gizi dalam proses pemulihan luka sunat.
Edukasi ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh dosen-dosen STIKES Karya Kesehatan. Menurutnya, ini adalah bentuk nyata dari semangat Stikes dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas, mudah, dan terjangkau.
Kata dia, untuk mengurangi rasa takut anak-anak sebelum menjalani tindakan. Anak-anak yang menunggu giliran disunat diputarkan film-film edukatif dan hiburan ringan, yang bertujuan menenangkan suasana, mengalihkan rasa cemas, dan menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan.
“Pendekatan ini terbukti efektif membantu proses sunat berjalan dengan lebih lancar dan minim stres, baik bagi anak maupun orang tua,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, I Wayan Romantika, S.Kep., Ns., M.Kep, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjangkau sebanyak mungkin masyarakat, khususnya dari kalangan yang membutuhkan. “Target awal kami sekitar 40 peserta, namun antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga mencapai lebih dari 60 anak. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan relevan
bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran praktis bagi mahasiswa keperawatan dan gizi, yang turut terlibat dalam pendampingan serta edukasi masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat terlihat begitu kuat dalam pelaksanaan acara ini.
“Keberhasilan kegiatan sunatan massal tahun ini, STIKES Karya Kesehatan kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang aktif, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas,” tutupnya. (HS)

Tidak ada komentar