
HALUANSULTRA.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hj. Hasmawati, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja 100 hari Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Ir. Hugua.
Menurutnya, berbagai program yang telah direalisasikan dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka, menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan janji-janji kampanye.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja yang telah dilaksanakan oleh pak ASR dan pak Hugua, dalam 100 hari pertama kepemimpinan karena benar-benar memberikan kinerja nyata,” ujar Hj. Hasmawati, Rabu 11 Juni 2025.
“Meskipun waktu yang singkat, bapak Gubernur dan Wagub telah menjalankan sejumlah program menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, agro maritim berbasis ketahanan pangan dan infrastruktur,” sambung dia.
Legislator Gerindra ini menyoroti beberapa program yang mulai direalisasikan sesuai janji kampanye, diantaranya soal perbaikan ruas jalan Alangga-Tinanggea Konawe Selatan dan ruas Lambale-Ereke Buton Utara.
“Jalan ini memang kerap menjadi keluhan masyarakat karena rusak berlubang cukup parah. Alhamdulillah dalam 100 hari kepemimpinan bapak ASR – Hugua, kini dikerjakan,” bebernya.

Ia mengatakan, dalam kepemimpinan Gubernur ASR terbukti memperhatikan kepentingan masyarakat. Sebab jalan poros Angata-Andoolo ini sudah lama rusak tak pernah disentuh oleh pemerintah sejak tahun. 90 an.
Lebih jauh, legislator Daerah Pilihan (Dapil) Konawe Selatan – Bombana ini mengatakan, perbaikan jalan ini juga menjawab perjuangannya bersama masyarakat di wilayah poros Angata-Andoolo Desember 2024 lalu.
“Masih teringat dimemori saya, saat saya temui masyarakat yang meblokade jalan Poros Angata-Andoolo untuk dengan tuntutan jalan itu harus dikerja. Dan saat itu saya hadir ditengah mereka dan berjanji memperjuangkan, dan allhamdulillah terjawab dalam kepemimpinan bapak ASR,” katanya.
Kata dia, jika melihat proyek jalan dua daerah ini, panjang ruas jalan Alangga-Tinanggea sekitar 2,3 kilometer dengan anggaran Rp5,8 miliar. Sementara ruas Lambale-Ereke di Butur lebih dari satu kilometer dengan anggaran Rp2,9 miliar.
“Sekali lagi, saya sebagai wakil rakyat Dapil Konsel-Bombana sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah memberikan bukti nyata. Tentunya itu sesuai dengan program Asta Cita bapak Presiden Prabowo Subianto,” sambung wanita yang kerap disapa Hj. Cemma ini.
Wanita berhijab ini juga memuji capaian ASR-Hugua dalam dunia pendidikan yang telah meluncurkan program Penggaris (Perlengkapan Gratis untuk Siswa), pengembangan sekolah unggulan di SMA Negeri 1 Kendari, pemberian beasiswa daerah bagi pelajar dari seluruh kabupaten/kota, hingga revitalisasi asrama pelajar dan mahasiswa.

Kemudian, untuk sektor kesehatan kepemimpinan ASR-Hugua berhasil melaksanakan operasi aneurisma pertama di Sultra, memperkuat layanan Sultra Health Service (SHS) dan peletakan batu pertama pembangunan tiga rumah sakit daerah di Kabupaten Buton Tengah, Konawe Kepulauan, dan Kolaka Timur.
“Memang ini bukan hal yang mudah. Tapi awal kepemimpinan bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sangat luar biasa dalam menyusun program pembangunan daerah demi masyarakat,” katanya.
Hj Hasmawati juga mendukung penuh program ASR-Hugua menumbuhkan perekonomian melalui konektivitas dan penguatan potensi pertanian, maritim, serta dunia usaha, difokuskan pada penguatan infrastruktur dan sektor agromaritim sebagai fondasi ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, dalam pemaparan 100 hari kerja, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan provinsi, menjadi prioritas.
Hingga 2024, dari total 1.076,94 km jalan provinsi, sebanyak 66,57 persen sudah dalam kondisi baik. Targetnya, pada 2030 sebanyak 95 persen jalan provinsi berada dalam kondisi mantap dengan rata-rata peningkatan sepanjang 61 km per tahun.

Di sektor pendidikan, ASR-Hugua meluncurkan program beasiswa lima tahun bagi 1.000 siswa berprestasi dan kurang mampu, sebagai upaya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Semua program pembangunan harus tersistematis dan berbasis kajian matang. Anggaran berasal dari rakyat, maka penggunaannya harus akuntabel dan berdampak langsung,” ujar Gubernur.
Di bidang kesehatan, fokus pembangunan diarahkan pada perluasan jaminan kesehatan, peningkatan layanan dasar, serta penanggulangan penyakit menular seperti HIV/AIDS, TBC, dan malaria, khususnya di wilayah terpencil.
Sementara itu, di sektor ketahanan pangan berbasis agromaritim, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menetapkan target strategis untuk mencapai swasembada pangan melalui pencetakan sawah baru seluas 6.750 hektar selama periode RPJMD 2025–2029. (Imn/HS)

Tidak ada komentar