Dosen STIKES Karya Kendari Sukses Gelar Aksi Cegah Stunting, Warga Diberi Bantuan Bibit hingga Paket Sembako

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Sep 2025 12:14 1517 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Tim Dosen STIKES Karya Kesehatan Kendari menuntaskan kegiatan Aksi cegah stunting kepada 35 ibu yang memiliki Balita di Desa Bajoe, Kelurahan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dalam kegiatan aksi cegah stunting ini dipimpin oleh, Ketua Tim Pengabdian Habib Ihsan M., S.Gz., M.Gizi dengan anggota I Wayan Romantika, S.Kep., Ns., M.Kep dan Desidarius Bela Dhesa, S.Gz., M.M mengangkat tema tentang “Pelatihan Pendayagunaan Pangan Lokal Pesisir & Penanaman Pohon Kelor sebagai Pangan Fungsional pada Keluarga Balita,”.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali ibu yang memiliki Balita atau pun keluarga Balita agar memiliki pemahaman, terkait pencegahan stunting dan memiliki keterampilan dalam mengolah pangan lokal pesisir, serta memberdayakan masyarakat agar menggunakan pekarangan melalui penamaman pohon kelor sebagai pangan yang siap digunakan dalam upaya pencegahan stunting.

Ada pun seluruh sumber pendanaan dalam kegiatan ini berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi tahun 2025.

Habib Ihsan M, ketua tim pengabdian, menjelaskan, latar belakang kegiatan ini bahwa stunting merupakan masalah kesehatan nasional yang belum teratasi hingga saat ini.

Kegiatan ini, lanjut dia, merupakan wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi STIKES Karya Kesehatan dalam memberdayakan masyarakat.

“Stunting dapat dideteksi apabila tinggi badan anak tidak sesuai dengan tinggi badan anak seusianya, Kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam mencegah stunting” ujarnya.

Sementara, dosen lainnya, Desidarius Bela Dhesa, S.Gz., MM, mengungkapkan bahwa Puskesmas Soropia merupakan mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini, pemanfaatan kelor sebagai pangan fungsional dan juga ketersediaan tanaman kelor di wilayah setempat masih terbatas.

Olehnya itu, I Wayan Romantika, S.Kep., Ns., M.Kep menyarankan bahwa kegiatan pendidikan, pelatihan dan penanaman pohon kelor, sangat diperlukan dalam rangka pengembangan IPTEK bidang kesehatan dan kemandirian dalam mengatasi masalah stunting.

“Kelor ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Sangat baik dalam pencegahan stunting,” ucapnya.

Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pertama berupa pendidikan kesehatan oleh tim pengabdi dan narasumber yang memiliki hasil riset, dalam pengolahan pangan lokal pesisir.

Materi yang diberikan meliputi Stunting, Kesehatan Anak, Manfaat Kelor dan Ikan dalam mencegah Stunting dan Inovasi Pemanfaatan Pangan Lokal Pesisir.

Tahap kedua, berupa pelatihan atau demonstrasi pembuatan Kripik berbahan dasar pangan lokal berupa ikan dan kelor.

Pelatihan ini dilakukan oleh narasumber Ellyani Abadi, S.KM., M.Kes. Ia telah memiliki inovasi pembuatan kripik pencegah stunting dalam hasil risetnya.

Menurut Ellyani, kripik ikan kombinasi kelor dapat menjadi makanan cemilan sehat bagi Balita, dan dapat meningkatkan nafsu makan sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan asupan dan memenuhi kecukupan gizi Balita.

“Kripik ikan kombinasi kelor sangat baik untuk Balita,” bebernya. Kemudian, tahap ketiga, dilakukan penanaman kelor di sekitar pekarangan rumah Balita dan juga di pekarangan Balai Desa Bajoe.

Proses penanaman kelor dilakukan oleh beberapa masyakat Bajoe dan didampingi oleh Herman selaku ahli yang berpengalaman dalam bidang pertanian.

Ellyani mengungkapkan, penanaman kelor ini akan menjadi ladang kelor yang siap digunakan oleh setiap masyarakat khususnya ibu balita dalam memenuhi kebutuhan gizi Balita.

Sementara, Rano, S.Kep., Ns., M.KM selaku Kepala Puskesmas, menyambut baik kegiatan ini. Ia mendukung, utamanya dalam mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak di wilayah pesisir Bajoe. “Sekarang masyarakat, memiliki kebun kelor yang siap dipanen setiap saat” tuturnya.

Kepala Puskesmas juga mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian STIKES Karya Kesehatan, sebab dalam kegiatan ini memberikan bantuan untuk warga.

Adapun bantuan tersebut berupa alat dan bahan seperti bibit pohon kelor, paket sembako bahan pembuatan kripik, cetakan kripik, ember, wadah/nampan pembuat kripik, tempat sampah, flayer dan booklet.
Apalagi, seluruh rangkaian kegiatan ini juga dibantu oleh dua mahasiswa Stikes Karya Kesehatan.

Untuk diketahui, alat-alat ini merupakan Bantuan Dldari Pemerintah Melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi.

Direktorat Riset, Teknologi, Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) dan di salurkan memalui kegiatan Hibah Pengabdian kepada Masyarakatkat, skema pemberdayaan masyarakat pemula (PMP) oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan.

Tim berharap, keberlanjutan aksi cegah stunting tetap terlaksana guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. (Hms)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x