Raih Prestasi Pariwisata Nasional, Jangan Rusak Alam Desa Namu!

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Des 2025 11:52 1216 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Desa Wisata Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, meraih peringkat 3 Desa Wisata Terbaik Nasional berbasis alam dalam ajang Wonderful Indonesia Award 2025.

Namu mampu menyisihkan ribuan desa wisata di Indonesia. Desa Namu mampu menyisihkan ribuan desa wisata di Indonesia saat pengumuman malam penganugerahan yang digelar Kementerian Pariwisata RI di Ballroom Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Setelah prestasi ini sejumlah program Pariwisata berkelanjutan akan segera dilanjutkan.

Salah seorang praktisi pariwisata Sulawesi Tenggara, Ahmad Nizar mengatakan, apa yang diraih Desa Namu bukan sekedar juara atau predikat semata, namun banyak makna tegas yang terkandung di dalamnya terkait keberlangsung pariwisata di desa namu.

Kata dia, negara melalui kementerian pariwisata sudah mengakui secara tegas bahwa Desa Wisata Namu tidak hanya slogan menjadi desa wisata, namun apresiasi yang diraih sebagai bentuk keseriusan pegelolaan kepariwisataan berbasis alam.

“Suka tidak suka, mau tidak mau dan sudah menjadi kenyataan, bahwa nama Desa Wisata Namu kini terpampang jelas di kancah pariwisata nasional, nama Desa Namu sudah menjadi buah bibir Masyarakat Nusantara atas prestasi yang diraih. Jadi, jangan rusak alam Desa Namu,” ujarnya, kepada awak media.

Ia mengatakan, proses perjalanan dan maindset masyarakat sudah fokus dengan menjaga lingkungan untuk keberlanjutan pariwisatanya.

Ia pun menarik satu kesimpulan tegas jangan lagi ada niat atau keinginan dari siapapun untuk merusak alam Namu demi kepentingan apapun.

“Belajar dari Kasus aceh dan Sumatera, simpati duka tentu buat saudara-saudara kita disana, namun ambil hikmah dunianya bahwa itu salah satu kemarahan alam yang diusik kelestariannya. Tentu masyarakat Namu tidak ingin seperti itu, mencegah lebih baik, menjaga kelestarian ciptaan pencipta sikap yang mulia,.“ ujar Nizar (6/12/2026).

Lebih lanjut Nizar menjabarkan, kekuatan potensi Desa Wisata Namu hanya satu yaitu alam. Sehingga sejauh apapun berbicara pariwisata di desa namu, selama alamnya dirusak, maka selesailah pembahasan pariwisata di desa namu.

Ia menambahkan, Desa Namu telah membentengi diri dengan berbagai aturan dan batasan terkait lingkungan dan pariwisata. Semua itu dirumuskan bersama melalui musyawarah antara masyarakat, aparat desa dan pengelola kawasan wisata Namu.

“Pergerakan pariwisata di Desa Namu semua memiliki payung hukum jelas, punya legalitas, sehingga menjadi dasar mereka untuk bergerak masif dalam dunia kepariwisataan,” tutupnya. (Hms)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x