Sambut Ramadan 1447 H, Pemkot Kendari Gelar Pasar Murah

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 11:52 891 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Menjelang bulan ramadan 1447 H, Pemerintah Kota Kendari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi di Kota Kendari, berlangsung 9–13 Februari 2026 di Pelataran Parkir Kantor Balai Kota Kendari.

Mewakili Wali Kota Kendari, Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musarudin, mengatakan, GPM melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMD, distributor, pelaku usaha, hingga dukungan sektor swasta.

Adriana menegaskan bahwa peningkatan kebutuhan pangan menjelang Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi secara serius. Karena itu, GPM menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, harga yang terjangkau, serta distribusi yang lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan khusyuk,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2025 Pemkot Kendari telah melaksanakan 120 kali GPM. Tahun 2026 ini, target ditingkatkan menjadi 150 kali kegiatan, dan hingga Januari saja sudah terlaksana 20 kali di berbagai kelurahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abd Rauf, menambahkan bahwa intensitas GPM di awal tahun dilakukan tanpa menggunakan dana APBD. Kegiatan ini berjalan berkat dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk Kadin Sultra, Kadin Kendari, Bank Indonesia, Baznas, PT Sosro, PT Kalbe, hingga unsur TNI melalui kegiatan TMMD.

“Ini murni karena kepedulian kita terhadap masyarakat. Kalau pangan murah sering hadir di sudut kota, otomatis tekanan harga di pasar bisa terkendali. Masyarakat tidak harus berbondong-bondong ke pasar karena kebutuhan pokok sudah tersedia di dekat mereka,” jelas Abd Rauf.

Abd Rauf menegaskan, GPM tidak membedakan latar belakang masyarakat. Semua warga diperbolehkan berbelanja sebagai bagian dari upaya menstabilkan harga pangan secara menyeluruh. “Kalau pangannya hadir, energinya pasti bangkit. Ini soal kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, melibatkan 22 distributor dan sekira 20 pelaku UMKM bidang pangan. Pada GPM kali ini, beras SPHP dijual seharga Rp50 ribu per 5 kilogram dengan pembatasan pembelian maksimal 10 kilogram per warga. Rp 35-40 ribu per Kg, Bawang Putih Rp 40 ribu, Telur Rp 56 ribu per rak. Selain itu, turut diserahkan bantuan bagi 100 kepala keluarga miskin senilai Rp400 ribu per KK.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan stand penjualan bahan pangan dan produk UMKM. Pemkot Kendari memastikan GPM akan terus digelar secara berkala di berbagai titik kota sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Ramadan. (Hms)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x