Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Siaga Bencana

waktu baca 2 menit
Minggu, 14 Des 2025 15:36 784 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Cuaca ekstrem diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia memasuki pertengahan Desember. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat disertai petir yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, Minggu, 14 Desember 2025.

Prakirawati BMKG, Wahyu Annisa, menyebut, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian barat, antara lain Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Serang, Palangkaraya, hingga Banjarmasin.

Hujan dengan intensitas sedang juga berpeluang turun di Padang, sementara hujan ringan diperkirakan melanda Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Palembang, hingga Samarinda. Adapun cuaca berawan tebal diprakirakan menyelimuti Banda Aceh dan Surabaya.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG mengingatkan potensi hujan petir di Mamuju. Hujan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Nabire, Merauke, dan Denpasar. Sementara hujan ringan berpotensi turun di Mataram, Palu, Makassar, Manado, Gorontalo, Kendari, Ambon, hingga Jayawijaya. Kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Kupang dan Manokwari, sedangkan Jayapura diprediksi berawan.

BMKG menegaskan, hujan disertai petir dan angin kencang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan keselamatan. Informasi cuaca terkini dapat dipantau secara berkala melalui laman resmi BMKG dan aplikasi Info BMKG.

Seiring dengan peringatan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersiaga menghadapi potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, dan angin kencang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya pemantauan debit air sungai dan pembersihan saluran air secara rutin.

“Selain itu, masyarakat perlu aktif mengikuti informasi prakiraan cuaca dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi darurat terjadi,” ujar Abdul Muhari. Peringatan dini ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih mengintai, dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. (bs/Herald.id)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x