Kapal Tug Boat Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz, 3 WNI Belum Ditemukan

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Mar 2026 08:02 887 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Sebuah kapal tug boat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) dilaporkan meledak di Selat Hormuz, wilayah perairan antara PEA dan Oman, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Akibat insiden tersebut, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal masih dinyatakan hilang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan KBRI Muscat telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan otoritas setempat

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan berdasarkan keterangan saksi mata, kapal Musaffah 2 mengalami ledakan yang memicu kebakaran sebelum akhirnya tenggelam.

“Hingga saat ini, otoritas di PEA dan Oman masih menyelidiki penyebab insiden ini,” ujar Heni dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026). Perwakilan Indonesia di kedua negara tersebut segera berkoordinasi dengan otoritas setempat serta perusahaan pengelola kapal, Safeen Prestige, untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kondisi awak kapal.

Berdasarkan data sementara, kapal tug boat tersebut diawaki tujuh orang dari berbagai kewarganegaraan, yakni Indonesia, India, dan Filipina. Empat awak berhasil selamat, sementara tiga lainnya masih dalam proses pencarian.

Dari empat WNI yang berada di kapal, satu orang berhasil selamat namun mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Sementara tiga WNI lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh otoritas setempat. Selain itu, terdapat satu WNI lain yang berada di lokasi kejadian namun berada di kapal berbeda dan dilaporkan dalam kondisi selamat.

Saat ini KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pihak perusahaan untuk mempercepat proses pencarian tiga WNI yang hilang, memastikan perawatan bagi korban selamat, serta menyampaikan perkembangan informasi kepada keluarga korban di Indonesia.

Kemlu RI juga mendorong agar dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti ledakan kapal tersebut. Seiring meningkatnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kemlu kembali mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah tersebut, termasuk awak kapal yang bekerja di perairan internasional, agar meningkatkan kewaspadaan.

WNI juga diminta terus memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat. Selain itu, WNI di luar negeri diimbau untuk melakukan lapor diri agar perwakilan RI dapat memberikan respons cepat apabila terjadi situasi darurat. (bs/Herald.id)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x