Kemenhub Apresiasi Program Mudik Gratis Gebernur Sulawesi Tenggara

waktu baca 3 menit
Sabtu, 14 Mar 2026 11:41 1021 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Dara Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra), mengapresiasi program mudik gratis Gubernur dan Kapolda Sultra.

Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak, mengatakan hal ini selain dapat meringankan beban masyarakat, program Gubernur tersebut sangat bermanfaat dalam menekan potensi kecelakaan yang biasanya didominasi oleh pengguna kendaraan pribadi khususnya roda dua.

“Hal ini juga sejalan dengan harapan Kemenhub untuk mengurangi pengguna kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum,” kata Husni, Jumat, 13  Maret 2026.

Ia mengatakan, program mudik gratis untuk 2.622 orang yang digagas Gubernur Sultra melalui program “Mudik Gratis Bersama ASR Tahun 2026” mendapat respon positif dari warga. Informasi ini juga telah sampai kantor pusat Kemenhub.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur dan Kapolda Sultra, program mudik gratis sangat membantu masyarakat. Kita tentu mensupport semua kegiatan yang dapat meringankan beban dan melindungi  jiwa para pemudik,” sambung, Husni.

Lantas bagaimana dengan kesiapan transportasi mudik? Menurut Husni, Kemenhub memastikan seluruh moda transportasi telah disiapkan secara optimal, untuk menghadapi mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara.

Sejumlah armada seperti kapal, pesawat, dan bus telah disiapkan dalam jumlah memadai, serta melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, lancar, dan nyaman khususnya di Sulawesi Tenggara.

Husni Mubarak

 

“Insyaallah, seluruh moda transportasi telah dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, dengan fokus pada keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan,”
kata Husni, dalam dialog bersama Kadishub Prov Sultra, Ditlantas Polda Sultra, Ka KSOP Kendari, Ka Bandara Halu Oleo, Kadishub Kota Kendari, Kadishub Kolaka Utara, Jasarahardja, Basarnas dan BMKG.

Husni mengkapkan, pergerakan masyarakat di Sulawesi Tenggara memiliki pola berbeda dengan wilayah Jawa karena dipengaruhi faktor kepulauan.

Nah, jumlah penduduk sekitar ±2,8 juta jiwa, potensi masyarakat yang melakukan perjalanan Lebaran di Sultra diperkirakan 1,1 hingga 1,3 juta perjalanan, dan masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi.

“Sedangkan untuk angkutan umum terdistribusi dengan moda penyeberangan ASDP, kapal laut, angkutan darat AKAP/AKDP dan transportasi udara,” bebernya.

Ada pun perkiraan kapasitas sarana atau kapal penyeberangan yang dapat dilayani di Sulawesi Tenggara selama 18 hari masa posko terhitung (13 hingga 30 Maret) diperkirakan sebanyak 180.163 penumpang dan kendaraan campuran sebanyak 17.465 unit.

“Untuk kapasitas moda bus AKAP dan AKDP dapat melayani sebanyak 8.418 penumpang selama masa angkutan lebaran,” sambung dia.

Husni menerangkan, hal lain yang menjadi perhatian utama dalam mudik terkait keselamatan transportasi. Kemenhub bersama seluruh operator transportasi melakukan pemeriksaan kelaikan armada (ramp check) secara intensif di berbagai simpul transportasi.

“Khusus untuk bus itu layak digunakan itu kami beri label. Ini guna memastikan seluruh sarana dan prasarana transportasi memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat,” terangnya.

Ada pun prediksi puncak arus mudik H-5 Lebaran dan H-3 Lebaran. Sementara prediksi puncak arus balik H+3 dan H+5 Lebaran. (Imn)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x