Sultra Siap Hadapi Gelombang Mudik Lebaran 2026, Prediksi 1,3 Juta Perjalanan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Mar 2026 09:57 916 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan seluruh moda transportasi telah disiapkan secara optimal untuk menghadapi mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara.

Sejumlah armada seperti kapal, pesawat, dan bus telah disiapkan dalam jumlah memadai, serta melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman khususnya di Sulawesi Tenggara.

Hal itu disampaikan langsung, Kepala BPTD Sultra, Husni Mubarak, saat dialog bersama media dalam acara bertajuk Pos Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Terpadu Kementerian Perhubungan Tahun 2026 di Sulawesi Tenggara.

“Insyaallah, seluruh moda transportasi telah dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, dengan fokus pada keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan,”
kata Husni, Jumat 13 Maret 2026 malam di Terminal Puuwatu, Kota Kendari.

Kata Husni, pergerakan masyarakat di Sulawesi Tenggara memiliki pola berbeda dengan wilayah Jawa karena dipengaruhi faktor kepulauan.

Nah, jumlah penduduk sekitar ±2,8 juta jiwa, potensi masyarakat yang melakukan perjalanan Lebaran di Sultra diperkirakan 1,1 hingga 1,3 juta perjalanan, dan masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi.

Husni Mubarak.

“Sedangkan untuk angkutan umum terdistribusi dengan moda penyeberangan ASDP, kapal laut, angkutan darat AKAP/AKDP dan transportasi udara,” bebernya.

Ada pun untuk data penyeberangan di Sulawesi Tenggara selama 18 hari masa posko terhitung (13 hingga 30 Maret) pnp sebanyak 180.163 seat. Lalu 17.465 unit kendaraan campuran, ada pun data angkutan jalan, pnp 8.418 seat.

Husni menambahkan, hal lain yang menjadi perhatian utama dalam mudik terkait keselamatan transportasi. Kemenhub bersama seluruh operator transportasi melakukan pemeriksaan kelaikan armada (ramp check) secara intensif di berbagai simpul transportasi.

“Khusus untuk bus itu layak digunakan itu kami beri label. Ini guna memastikan seluruh sarana dan prasarana transportasi memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Husni juga mengungkapkan jika pemerintah hadir melalui program Mudik Gratis. Ini berlaku di seluruh wilayah termasuk di Sultra.

“Begitu pun di Sultra ya, semua untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan terjangkau, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan,” sambung Husni.

Ia mengatakan, untuk menjamin kelancaran angkutan lebaran 2026, Kemenhub juga terus memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan untuk memastikan pengelolaan arus mudik dan balik berjalan optimal.

Ada pun prediksi puncak arus mudik H-5 Lebaran dan H-3 Lebaran. Sementara prediksi puncak arus balik H+3 dan H+5 Lebaran.

“Intinya kita telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak dini, termasuk lonjakan penumpang dalam penguatan kapasitas armada, pengaturan lalu lintas, dan kesiapan infrastruktur transportasi,” tutup Husni. (Imn)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x