UCLG ASPAC 2026 Dibuka Meriah, Pertunjukan Budaya Pukau Tamu Luar Negeri

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 13:20 1387 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Kota Kendari resmi membuka pelaksanaan 2026 UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum, Jumat (8/5/2026). Forum internasional yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik itu menjadi panggung bagi Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara memperkenalkan potensi daerah, budaya, hingga komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Pembukaan kegiatan berlangsung semarak dengan suguhan tarian nusantara yang diperankan oleh penari lokal Kota Kendari. Para tamu dari luar negeri tampak antusias menyaksikan pertunjukan budaya yang menggambarkan keberagaman Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wijayagus, dalam sambutannya menegaskan bahwa UCLG ASPAC bukan sekadar forum pertemuan kepala daerah, tetapi menjadi momentum penting memperkuat kerja sama global di tengah tantangan pembangunan dunia. “Pertemuan ini adalah momentum yang sangat krusial untuk mempererat solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau dan kekayaan alam yang besar. Potensi tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Akhmad Wijayagus juga menyinggung besarnya kekayaan budaya Indonesia yang tersebar di berbagai daerah. Ia menyebut Indonesia sebagai laboratorium budaya dunia dengan lebih dari 1.200 suku bangsa dan tradisi lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, kekuatan budaya itu harus menjadi bagian utama dalam pembangunan sektor pariwisata agar wisatawan tidak hanya datang menikmati panorama alam, tetapi juga memahami nilai budaya dan kehidupan masyarakat lokal.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kendari karena mampu menyelenggarakan forum internasional dengan melibatkan sumber daya lokal.

“Semua penarinya dari Kota Kendari dan penyelenggaraannya juga menggunakan kemampuan lokal. Ini membuktikan daerah mampu menjadi tuan rumah event internasional,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan forum UCLG ASPAC menjadi kesempatan penting bagi Kendari untuk membuka jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.

“Hari ini kami tidak hanya membuka pintu kota kami, tetapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Kota Kendari,” ujar Siska.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kendari datang dalam forum tersebut bukan untuk menunjukkan kesempurnaan, melainkan membawa semangat belajar dan membangun kolaborasi bersama kota-kota lain di Asia Pasifik.

Menurut Siska, pariwisata berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga lingkungan dan budaya lokal agar tetap lestari.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, dalam sambutannya menyebut Asia Tenggara kini menjadi salah satu kawasan tujuan wisata paling berkembang di dunia. Ia mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan pertumbuhan sektor wisata tetap berpihak pada masyarakat dan lingkungan.

“Pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam pengelolaan destinasi wisata, menjaga kebersihan, keamanan, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya.

Bernadia juga menyoroti tingginya pertumbuhan perjalanan wisata domestik di Indonesia yang disebut mencapai lebih dari satu miliar perjalanan pada 2025. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan sektor pariwisata menjadi penggerak ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Di forum yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, memperkenalkan potensi wisata dan budaya Sultra di hadapan para delegasi internasional. Ia menyebut Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan wisata bahari, budaya, hingga potensi ekonomi yang besar.

Beberapa destinasi unggulan yang diperkenalkan antara lain Pantai Nambo, Air Terjun Moramo, dan Pulau Labengki yang dikenal memiliki keindahan taman bawah laut. Selain itu, Hugua juga memperkenalkan budaya khas Pulau Muna melalui layang-layang tradisional Kaghati Kolope yang disebut sebagai salah satu layang-layang tertua di dunia. “Kami berharap forum ini menjadi pintu bagi Sulawesi Tenggara untuk semakin dikenal dunia internasional,” katanya.

Pelaksanaan UCLG ASPAC di Kendari akan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda pertemuan eksekutif, forum investasi, kerja sama antar kota, festival budaya, hingga pameran UMKM lokal yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai daerah. (Hms)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x