
HALUANSULTRA.ID – Setelah melalui proses seleksi ketat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi mengumumkan enam pelajar terbaik kandidat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.
Kepala Badan Kesbangpol Sultra, Andrian Nur Salam, mengatakan enam pelajar tersebut merupakan hasil seleksi ketat tingkat provinsi dan akan dipersiapkan mengikuti tahapan lanjutan menuju seleksi nasional di Jakarta. Adapun enam nama kandidat tersebut yakni putra adalah Almeer Fatih Basalamah dari SMAN 4 Kendari, Laode Reyhan Putra Satria Korwa dari SMAN 2 Baubau, Muhammad Faiz Sadik Aljufri dari SMAN 1 Kendari.
Sementara putri yakni, Elsya Vira Sarfian dari SMAN 2 Raha, Paresanda Maharani Ersaputry Sarira dari MAN 1 Kendari, serta Waode Bintang Adisya dari SMAN 1 Kulisusu. Andrian menegaskan, pengumuman nama peserta dilakukan berdasarkan urutan abjad, bukan berdasarkan peringkat maupun ranking.
“Ini berdasarkan abjad, bukan berarti yang disebut pertama menjadi yang terbaik. Semua peserta masih memiliki peluang yang sama untuk lolos ke tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh kandidat masih harus menjalani tahapan Medical Check Up (MCU) sebelum dinyatakan layak mengikuti seleksi nasional. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh sesuai standar yang ditetapkan panitia pusat.
“Hasil MCU nanti dikirim ke pusat untuk diverifikasi. Pemeriksaannya lengkap, mulai dari kondisi jantung, tulang, hingga kesehatan fisik lainnya. Karena standar nasional tentu lebih ketat,” jelasnya.
Menurut Andrian, tiga pasangan terbaik dari Sultra nantinya akan dipanggil mengikuti seleksi lanjutan di Jakarta sekitar Juni hingga Juli 2026. “Kalau semua memenuhi syarat, semuanya bisa lanjut. Tetapi jika ada yang tidak memenuhi standar, maka peserta cadangan akan menggantikan,” katanya.
Selain menyiapkan peserta utama, Kesbangpol Sultra juga telah menyiapkan pasangan cadangan sebagai langkah antisipasi apabila ada peserta yang gugur pada tahapan administrasi maupun kesehatan.
Andrian mengungkapkan, seleksi Paskibraka tahun ini berlangsung cukup kompetitif. Dari total 77 peserta yang mengikuti tahapan awal, hanya 52 orang yang berhasil lolos ke tingkat provinsi. Seleksi diawali dengan Computer Assisted Test (CAT) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menjadi standar utama penilaian peserta.
“Kami sudah menyebarkan bahan pembelajaran dan kisi-kisi ke kabupaten dan kota agar anak-anak lebih siap menghadapi seleksi. Hasilnya cukup baik dan antusias peserta tahun ini sangat tinggi,” ungkapnya.
Meski di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, Andrian mengaku pihaknya tetap berupaya maksimal dalam melakukan pembinaan dan seleksi terhadap calon Paskibraka terbaik Sultra.
“Dengan segala keterbatasan, kami tetap bekerja maksimal demi menghasilkan putra-putri terbaik Sultra yang siap bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (Hms/Linksultra)

Tidak ada komentar