Ikan Asap dan Kambewe Gola, Kuliner Khas Butur Bikin Ketagihan

HALUANSULTRA.ID – Kabupaten Buton Utara adalah sebuah daerah yang berada di provinsi Sulawesi Tenggara. Ibu kotanya adalah Buranga. Kabupaten ini terletak di Pulau Buton yang merupakan pulau terbesar di luar pulau induk Kepulauan Sulawesi. Hal ini menjadikannya sebagai pulau ke-130 terbesar di dunia.

Buton Utara memiliki budaya yang kaya dan kuliner terbaik. Jika berkunjung ke daerah yang saat ini dipimpin Ridwan Zakariah, jangan melewatkan makanan khas di sana. Banyak kuliner yang memiliki rasa gurih hingga membuat ketagihan. Contohnya, ikan asap dan kambewe gola.

Pertama ikan asap. Ikan asap atau katapai menjadi salah satu kuliner khas Buton Utara, paling digemari pengunjung di kawasan wisata pantai Bone di Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu. Kuliner ini jadi buruan karena terbuat dari ikan segar yang diasapi. Kuliner ini dari ikan cakalang dan ikan tuna yang baru saja dipancing, makanya banyak pengunjung tertarik. Selain segar, tekstur dagingnya pun tahan lama saat di asapi. Untuk pilihan harga pun bervariasai, tergantung ukuran besar ikannya, ada yang Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu.

Ikan asap

Seluruh ikan yang ditawarkan, diolah dengan cara diasap. Hal ini membuat aroma khas, serta rasa amis yang tak terasa di lidah. Ini menjadi strategi penjualan yang membedakan sajian laut mereka dengan yang lain. Selain ikan cakalang dan tuna, ada beberapa jenis ikan asap lain yang ditawarkan.

Dan tak semua jenis ikan ini bisa dipesan setiap waktu. Ikan yang bisa tersaji di hadapan, sangat dipengaruhi musim dan ketersediaan. Proses pembuatan ikan Katapai tidak terlalu rumit, cukup menyiapkan kayu yang dibelah untuk menjepit ikan yang akan diasapi, kemudian kedua sisi kayu diikat menggunakan rotan.

Setelah itu, ikan akan diasapi dari pembakaran kayu. Tapi tentunya ikan yang diasapi adalah ikan yang masih segar sehingga citarasa nya makin nikmat. “Memang untuk saat ini salah satu kuliner yang banyak digemari adalah ikan asap,” kata Wa Ida, salah seorang penjual kuliner ikan asap di Butur kepada Haluansultra.id.

Salah seorang pengunjung di kawasan wisata pantai Bone di Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu memesan ikan asap.

Ikan katapai ini disajikan dengan sambal colo-colo. Sambal berbahan dasar cabai, kecap, dan air jeruk nipis. Sambal colo-colo memiliki perpaduan rasa segar, pedas, dan manis. Dan semakin nikmat rasanya jika tidak ditemani “kasuami” penganan yang terbuat dari ubi kayu atau singkong yang dihaluskan dicampur kelapa. Memang kuliner yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung pantai Bone.

Saat disantap, daging ikan yang pulen dengan aroma asap di setiap gigitan, berpadu pas dengan sambal pedas. Rasanya segar dan kering, dengan sedikit tekstur juicy. Rasa daging yang tawar, diperkaya oleh cita rasa sambal berbumbu yang membuat lidah menari kesenangan. “Pokoknya nikmat rasanya. Silahkan dicoba pasti ketagihan,” lanjut Wa Iba.

Selain ikan asap, Buton Utara juga terkenal dengan kuliner Kambewe Gola. Secara bahasa, “kambewe” ini merupakan sebutan bagi makanan yang dibungkus dengan daun kelapa atau kulit dari jagung. Sedangkan “gola” memiliki arti gula. Jadi kambewe gola ini merupakan makanan khas Buton Utara yang memiliki bahan utama biji jagung muda. Hal ini dikarenakan, selain bekerja sebagai nelayan, masyarakat buton juga berkebun, salah satunya bercocok tanam jagung dan menjadikannya sebagai makanan pokok utama masyarakat sekitar.

Kambewe Gola

Adapun biji jagung muda untuk membua Kambewe Gola ini harus berumur 70 hari. Sebab, pada umur tersebut, jagung akan terasa manis dengan tekstur yang tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu lembek. Biji jagung ini nantinya dimasukkan ke mesin penggilingan dan dicampurkan dengan gula merah sampai merata.

Kemudian, rebus Kambewe Gola ke dalam panci. Ketika sudah matang, kambewe gola ini memiliki tekstur yang padat dan renyah dan berwarna merah kecoklatan dengan rasa yang manis. Tidak boleh menggunakan panci biasa sebab adonan yang sedikit encer tidak boleh bersentuhan langsung dengan air rebusan.

Dalam sekali masak, biasanya dalam panci Kambewe Gola tidak sendirian tapi didamping kuliner jagung muda lainnya seperti Kamperodo dan Kambewe Kapute. Memasak dalam panci yang ini tidak akan memperngaruhi rasa masing-masing makanan sebab dari bahan yang sama yakni jagung muda. “Alhamdulillah, Kambewe Gola sangat banyak peminat,” ujar Hikmah, salah seorang pedagang Kambewe di Butur.

Kambewe Gola yang rasanya nikmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, H. Belli mengatakan, Sultra memiliki banyak kuliner yang menjadi incaran wisatawan. Menurutnya, usaha yang digeluti masyarakat harus ditopang oleh pemrintah daerah agar pelaku usaha bisa terus tumbuh dalam meningkatkan perekonomian. “Desa Malalanda memang terkenal sebagai wisata kuliner dan perlu penataan, dimulai dari penataan tempat usaha, termasuk proses penyambutan terhadap wisatawan yang berkunjung. Artinya, harus penuh keramahan,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini Sultra terus menggenjot pembangunan sektor pariwisata di seluruh daerah agar bisa menjadi daya tarik pengunjung, sebab kunci utama adalah keindahan. “Kan kalau kita mau berkunjung ke daerah pasti bertanya bagus tidak lokasi di sana. Sebab yang menjadi tujuan utama wisatawan adalah mau mengunjungi dan melihat tempat-tempat yang indah. Termasuk akses transportasi. Nah ini yang sedang terus kita benahi bersama,” tutupnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan