
HALUANSULTRA.ID – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengumumkan secara langsung hasil seleksi pejabat administrator (eselon III), dan pejabat pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengumuman tersebut disampaikan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Rabu (8/4/2026).
Adapun seleksi jabatan eselon III diikuti sebanyak 83 peserta untuk mengisi 27 peta jabatan. Sedangkan seleksi eselon IV diikuti oleh 68 peserta yang memperebutkan 24 peta jabatan. “Jadi hari ini, kita melaksanakan seleksi eselon III dan eselon IV yang berjalan cukup panjang, mulai dari tanggal 30 Maret sampai hari ini (Rabu, 8/4). Tadi pagi selesai pukul 08.00, kemudian pukul 13.00 saya umumkan,” ungkapnya, kepada awak media.
Gubernur membagi hasil seleksi ke dalam dua kategori, yakni “lolos” dan “lulus”. Peserta dengan kategori “lolos” merupakan mereka yang terpilih untuk menduduki jabatan yang dilamar dan dijadwalkan akan dilantik dalam waktu 5 hingga 6 hari ke depan, sembari menunggu pertimbangan teknis.
Sementara itu, kategori “lulus” diberikan kepada peserta yang dinilai memenuhi kualifikasi, namun belum terpilih. Nama-nama tersebut akan dimasukkan ke dalam bank data talenta dan berpeluang dipertimbangkan untuk mengisi jabatan di masa mendatang, termasuk promosi ke jenjang yang lebih tinggi.
Gubernur pun menyoroti tingginya kualitas kandidat, khususnya dari kalangan tenaga medis. Ia menyebut para dokter yang mengikuti seleksi memiliki kapasitas yang sangat baik, sehingga proses penentuan menjadi lebih ketat dan selektif.
“Namun demikian, terdapat dua peta jabatan yang dibatalkan proses pengisiannya. Hal ini disebabkan instansi terkait hanya mengusulkan satu kandidat, sehingga dinilai tidak memenuhi prinsip kompetisi terbuka dalam sistem merit,” terangnya.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa penerapan sistem merit merupakan langkah strategis dalam membangun birokrasi yang profesional, efektif, dan berbasis kinerja. Ia menekankan bahwa setiap peserta yang dinyatakan lolos merupakan hasil dari kompetensi, kemampuan, dan integritas, bukan faktor kebetulan.
“Saya sudah katakan bahwa ke depan kita mengikuti sistem meritokrasi. Meritokrasi itu mencari orang yang punya kemauan dan kemampuan. Dan alhamdulillah, dalam satu minggu ini saya sudah menemukan itu, maka saya berikan kesempatan,” ucapnya.
“Kita ingin merubah sistem. Jika sistem berjalan baik, maka organisasi akan efektif dan anggaran tepat sasaran. Tidak ada yang kebetulan, semua berdasarkan kemampuan dan kelayakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat yang terpilih. Jika tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka akan digantikan oleh kandidat lain yang telah dinyatakan lulus.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap dapat mewujudkan aparatur sipil negara yang berintegritas, kompeten, serta mampu memberikan pelayanan publik yang optimal dan responsif. “Marilah kita bekerja bukan untuk saya, tetapi untuk Sulawesi Tenggara yang lebih maju,” tutup Gubernur. (Hms)

Tidak ada komentar