
HALUANSULTRA.ID – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan cara berbeda merayakan hari ulang tahun daerah pada 2026. Perayaan dikemas lewat kegiatan bersepeda massal yang menggabungkan olahraga, kampanye lingkungan, hingga promosi destinasi wisata.
Event bertajuk gowes HUT Sultra ini nantinya akan dipusatkan di Pulau Bokori, salah satu ikon wisata bahari yang beberapa tahun terakhir kembali dihidupkan sebagai etalase pariwisata daerah.
Andi Syahrir mengatakan, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut. “Kami ingin perayaan HUT Sultra tidak hanya seremonial, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang sehat, partisipatif, dan berdampak langsung,” ungkapnya, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026. Peserta akan mulai berkumpul sejak pukul 05.30 WITA, sebelum dilepas pukul 06.00 WITA dari gerbang kawasan Toronipa menuju Dermaga Bokori. Rute sejauh kurang lebih 14 kilometer ini dirancang menyusuri pesisir dengan lanskap laut terbuka.
Panitia menargetkan sedikitnya 1.000 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, organisasi perangkat daerah, TNI-Polri, komunitas sepeda, hingga masyarakat umum.
Menurut Andri Syahrir, kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek olahraga, tetapi juga membawa pesan yang lebih luas, termasuk soal efisiensi energi di tengah dinamika pasokan bahan bakar.
“Gowes ini menjadi simbol ajakan untuk hidup lebih sehat sekaligus lebih hemat energi. Ini relevan dengan kondisi saat ini, ketika kita dituntut lebih bijak dalam penggunaan BBM,” bebernya.
Selanjutnya, peserta juga akan dilibatkan dalam aksi penanaman pohon dan pembersihan kawasan dermaga serta Pulau Bokori. Pemerintah daerah ingin memastikan kegiatan ini meninggalkan jejak nyata, bukan sekadar keramaian sesaat.
“Jadi bukan hanya datang, bersepeda, lalu pulang. Ada kontribusi nyata yang kita lakukan bersama untuk lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemilihan Pulau Bokori sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Selain akses yang semakin terbuka, kawasan ini dinilai representatif untuk mendorong citra Sulawesi Tenggara sebagai destinasi wisata berbasis alam. “Ini momentum untuk memperkenalkan kembali Bokori sebagai destinasi unggulan. Kita ingin peserta merasakan langsung potensi wisata yang kita miliki,” tandasnya. (Hms)

Tidak ada komentar