
HALUANSULTRA.ID – Komandan Kodim 1417/Kendari, Danny A.P. Girsang, angkat bicara soal kasus Persit berinisial WN yang kembali viral di media sosial. Ia menyebut perkara tersebut bukan kasus baru, melainkan persoalan lama yang terjadi sekitar dua tahun lalu.
“Ini bukan peristiwa baru. Kasusnya sudah pernah ditangani dan prajurit yang bersangkutan juga sudah dijatuhi sanksi disiplin pada awal 2025,” kata Danny saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Danny, satuannya kini berupaya meredam situasi agar polemik tidak semakin meluas di ruang publik. Ia mengimbau semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan. “Kami berharap semua pihak tidak terpancing. Biarkan proses berjalan, dan kita cari solusi terbaik tanpa menambah kegaduhan,” bebernya.
Kodim, kata dia, telah melakukan pendalaman terhadap dinamika rumah tangga pasangan tersebut. Dari hasil penelusuran internal, ditemukan indikasi persoalan kepribadian dan kondisi kejiwaan dari pihak istri prajurit. “Dari hasil pendalaman, memang ada persoalan yang sifatnya personal. Ini yang kemudian kami dalami lebih lanjut,” jelasnya.
Kasus ini juga sempat kembali dilaporkan ke Denpom Kendari oleh pihak perempuan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, aparat tidak menemukan alat bukti yang cukup kuat untuk menindaklanjuti laporan tersebut. “Denpom sudah memeriksa, tetapi tidak ditemukan bukti yang cukup. Karena itu, penanganannya dikembalikan ke satuan,” ungkapnya.
Dalam pendalaman lanjutan, pihaknya mencatat pihak perempuan diduga meninggalkan suami dan ketiga anaknya tanpa alasan yang jelas. Bahkan, ia disebut tidak lagi menjalankan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. “Ada indikasi penelantaran keluarga. Suami dan anak-anak ditinggalkan, dan sampai sekarang belum ada kejelasan,” kata Danny.
Selain itu, kata dia, terdapat dugaan pihak perempuan menjual sejumlah barang di rumah serta menjalin hubungan dengan pria lain. Meski begitu, Danny menegaskan semua temuan tersebut masih dalam kerangka pembinaan internal. Di tengah kembali mencuatnya kasus ini, pihaknya juga mencium adanya motif lain di balik viralnya persoalan lama tersebut.
“Kami menduga ada kepentingan tertentu sehingga kasus ini kembali diangkat ke publik. Tapi itu masih kami dalami,” paparnya. Kendati demikian, Danny menegaskan pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan menjaga keutuhan keluarga prajurit. “Yang utama bagi kami adalah pembinaan dan penyelesaian yang bijak. Keutuhan keluarga tetap menjadi prioritas,” tandasnya. (Hms)

Tidak ada komentar