Pimpinan OPM Enos Tipagau Tewas Ditembak TNI-Polri di Intan Jaya

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Jul 2025 13:42 822 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Aparat gabungan TNI-Polri menembak mati Mayor OPM Enos Tipagau, salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM), dalam operasi senyap di Kampung Baitapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu, 5 Juli 2025.

Penindakan itu menargetkan Enos yang tercatat sebagai Komandan Batalyon Angin Bula di bawah Kodap VIII-Intan Jaya, yang dipimpin Brigjen OPM Undius Kogoya. Sebelum operasi berlangsung, aparat telah memantau pergerakan Enos yang diketahui kerap menghasut warga dan menciptakan teror, sehingga mengganggu ketenangan masyarakat setempat.

Enos juga berstatus buronan usai kabur dari Lapas Kelas IIB Nabire pada 2023, kemudian kembali aktif di OPM. “Iya. Aparat gabungan TNI-Polri melakukan penindakan terhadap anggota OPM pada Sabtu (05/07/2025), hingga mengakibatkan tewasnya Enos Tipagau,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, melalui pesan singkat kepada koresponden, Minggu, 6 Juli 2025.

Setelah dipastikan identitasnya, jasad Enos diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dimakamkan secara adat. Penindakan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan OPM di Intan Jaya. Sementara itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom membenarkan kematian Enos, namun mengklaim bahwa korban tidak melakukan perlawanan saat disergap.

“Dalam penyerangan itu, Enos Tipagau tidak melakukan perlawanan. Namun ditembak mati juga. Dan tidak ada penyitaan barang bukti berupa senjata,” kata Sambom, Sabtu, 5 Juli 2025. Sambom menduga keberhasilan operasi aparat dipicu adanya keterlibatan mata-mata dari orang asli Papua yang memberi informasi lokasi Enos. “Kami curiga ada mata-mata TNI orang asli Papua dari Intan Jaya yang turut terlibat pembunuhan Enos Tipagau. Kami segera lakukan investigasi, untuk memastikannya,” ucap Sambom.

Selain menuding adanya mata-mata, Sambom juga mengaitkan operasi ini dengan keterlibatan pasukan elite TNI, Kopassus, yang memiliki keahlian tempur di hutan. Ia menilai kehadiran pasukan terlatih menjadi kunci keberhasilan operasi yang menewaskan Enos. Sebagai informasi, Enos Tipagau pernah ditangkap pada 5 Februari 2022 karena terlibat penyerangan terhadap aparat di Intan Jaya.

Namun, sebelum masa hukumannya selesai, ia melarikan diri dari Lapas Nabire pada 2023 dan langsung kembali bergabung dengan TPNPB-OPM Kodap VIII-Intan Jaya. Operasi klandestin ini semakin menunjukkan komitmen aparat keamanan dalam menindak tegas kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas di Papua, meski di sisi lain menimbulkan kekhawatiran OPM atas potensi infiltrasi informasi dari jaringan mereka sendiri. (fin/Herald)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x