
HALUANSULTRA.ID – Wali Kota Kendari sekaligus Bunda PAUD, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., secara resmi membuka Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Selasa (16/9/2025). Wali Kota mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dan guru SD kelas awal dalam menciptakan suasana belajar yang ramah anak, menyenangkan, dan bebas dari tekanan akademik sejak dini.
Dalam acara ini, Siska Karina Imran membeberkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sangat merespon dan peduli terhadap sektor pendidikan. Pemkot pun memberikan bantuan beasiswa sebesar Rp1,5 miliar untuk 1.000 siswa pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Jadi program bantuan ini diberikan kepada para siswa dengan besaran, yakni siswa PAUD sebesar Rp1 juta, SD Rp1,5 juta, dan SMP sebesar Rp1,8 juta. Semua murni dari Pemerintah Kota Kendari, program kami untuk anak-anak kita di Kota Kendari,” ujar Siska Karin Imran usai membuka kegiatan sosialisasi transisi PAUD ke SD dan penyerahan bantuan beasiswa bagi siswa PAUD, SD, dan SMP.

Dia menyebutkan berdasarkan data yang dimiliki, bantuan itu diberikan kepada 100 murid PAUD, SD sebanyak 600 orang, dan SMP sebanyak 300 orang. Sementara untuk jumlahnya, murid PAUD dianggarkan sebesar Rp100 juta, siswa SD Rp900 juta, dan siswa SMP sebesar Rp540 juta.
“Kalau kita totalkan khusus di Kota Kendari, untuk jumlah PAUD sendiri kurang lebih 100 orang, untuk SD itu 600 orang, dan SMP 300 orang,” ujarnya.
Siska Karina Imran mengungkapkan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis, dan untuk uang tunai beasiswa itu akan langsung masuk di masing-masing rekening yang telah diserahkan kepada Pemkot Kendari. “Uangnya langsung masuk ke rekening masing-masing,” ungkap Siska Karina.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Bunda PAUD Kota Kendari, dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, HIMPAUDI, IGTKI, Ketua Kelompok Kerja Kepala TK, hingga para guru PAUD dan SD. Tidak hanya itu, kehadiran para siswa dan orang tua turut menjadi semangat dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang kolaboratif.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD menekankan pentingnya masa transisi dari PAUD ke SD sebagai tahap krusial dalam perkembangan anak. Kata Siska, transisi bukan hanya soal berpindah bangku sekolah, tapi tentang menumbuhkan kemandirian, rasa percaya diri, dan semangat belajar tanpa tekanan. “Anak-anak harus bahagia saat memasuki jenjang pendidikan dasar,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari telah merancang tiga program utama pelatihan bersama untuk guru PAUD dan SD, penerapan kelas awal berbasis bermain dan proyek sederhana, serta penyediaan ruang belajar yang ramah anak.
Program ini juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran melalui pertemuan rutin dan edukasi tentang kesiapan non-akademik anak.

Sementara, Ketua Panitia, Hj. Saemina, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional, termasuk Undang-Undang No. 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Surat Edaran Kementerian Pendidikan mengenai transisi PAUD ke SD.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 125 guru, terdiri dari 60 guru TK dan 65 guru SD kelas awal, serta didanai melalui APBD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari.
Ia menjelaskan bantuan tersebut diberikan kepada para siswa yang orang tuanya masuk dalam kategori tidak mampu. Bantuan itu merupakan salah satu program kepemimpinannya untuk tahun 2025 ini. Sedangkan untuk selanjutnya, Pemkot Kendari akan kembali melihat kebutuhan yang mendesak di tengah-tengah masyarakat. (ADV)

Tidak ada komentar