Tren Positif Kinerja Bapenda Sultra, Realisasi PAD Tembus Rp786 Miliar

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Jul 2026 14:08 1104 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukan tren positif.

Berdasarkan data realisasi PAD hingga 29 Juni 2026 telah mencapai Rp786.557.028.855 atau 56,80 persen dari target tahun 2026.

Capaian tersebut dinilai cukup bagus dan menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penerimaan selama enam bulan tersisa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Sultra, La Ode Mahbub, mengatakan, realisasi penerimaan PAD telah melampaui target semester pertama yang ditetapkan. Ini merupakan atensi langsung dari Gubernur Sultra, untuk terus menggenjot pendapatan demi kemajuan daerah.

“Per tanggal 29 Juni 2026, penerimaan pendapatan daerah sudah mencapai 52,80 persen. Ini menjadi capaian yang cukup baik dan menunjukkan tren positif dalam pengelolaan pendapatan daerah,” ujar Mahbub saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), target tahun 2026 sebesar Rp222,49 miliar. Hingga 29 Juni, realisasinya mencapai sekitar Rp85,31 miliar atau 38,34 persen.

Menurutnya, capaian PKB belum maksimal karena dipengaruhi banyaknya hari libur pada semester pertama tahun ini yang berdampak terhadap aktivitas pembayaran pajak kendaraan.

“Memang ada beberapa bulan yang banyak hari liburnya sehingga memengaruhi penerimaan PKB. Namun kami tetap akan mengoptimalkan penerimaan pada semester kedua,” katanya.

Sementara itu, penerimaan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menunjukkan kinerja yang lebih baik. Dari target Rp201,87 miliar, realisasi telah mencapai Rp96,51 miliar atau 47,81 persen.

Capaian tertinggi berasal dari sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Dari target sekitar Rp711,26 miliar, realisasinya telah mencapai Rp449,84 miliar atau sebesar 63,25 persen.

“Untuk PBBKB, realisasinya sudah melampaui target semester pertama dengan kelebihan sekitar 23 persen,” ungkapnya.

Bapenda juga mencatat penerimaan Pajak Air Permukaan telah melampaui target tahunan. Dari target Rp9,56 miliar, realisasi mencapai sekitar Rp11,62 miliar atau 121,39 persen.

Sementara itu, penerimaan Pajak Rokok telah mencapai 41,76 persen berdasarkan penyaluran hingga Mei 2026, sedangkan sektor Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) baru terealisasi Rp4,37 miliar atau 27,76 persen dari target Rp15,77 miliar.

Mahbub menjelaskan, rendahnya capaian opsen MBLB dipengaruhi belum optimalnya aktivitas pengelolaan dan perizinan pertambangan di sejumlah kabupaten dan kota.

“Pengelolaan sumber pendapatan MBLB menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota yang kemudian diopsen ke provinsi. Kami masih menunggu perkembangan realisasi dari aktivitas pertambangan, termasuk kepastian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB),” jelasnya.

Meski demikian, Mahbub optimistis target PAD tahun 2026 masih dapat tercapai, bahkan berpeluang meningkat apabila didukung berbagai strategi optimalisasi penerimaan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Bapenda Sultra ialah menggali potensi pajak baru melalui ekstensifikasi serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Kami akan terus menggali potensi-potensi yang belum tersentuh agar menjadi objek pajak baru. Selain itu, kami juga mengedukasi masyarakat agar semakin taat membayar pajak,” katanya.

Menurut Mahbub, Bapenda juga membuka peluang penerapan berbagai kebijakan stimulus, termasuk relaksasi pajak apabila diperlukan, sebagai upaya menjaga kepatuhan wajib pajak di tengah kondisi ekonomi yang masih dipengaruhi efisiensi anggaran dan daya beli masyarakat.

“Kami optimistis target pendapatan daerah tahun ini bisa tercapai. Yang terpenting adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta menghadirkan berbagai strategi yang mampu mendorong penerimaan daerah,” pungkasnya. (Hms)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x