Nuansa Alam Rumah Makan di Hutan Kolaka Timur, Pengunjung Rindu untuk Kembali

HALUANSULTRA.ID, KOLAKA TIMUR – Berbicara soal hutan, tentu selalu identik dengan binatang buas hingga tak ada kehidupan manusia. Namun, jangan salah. Di Sulawesi Tenggara, ada salah satu hutan yang disulap menjadi rumah makan yang indah dan nyaman. Namanya, Rumah Makan Kang Hadi. Resto ini berada di tengah hutan tepatnya di poros antara Kecamatan Mowewe dan hutan Kolaka. Warung ini mengambil konsep tradisional, model begitu unik. Hadi Harianto, sang pemilik membangun usaha kuliner tersebut dengan suasana berbeda. Sebuah hutan seluas kurang lebih 1 hektar disulap menjadi menjadi rumah makan dengan suasana alam begitu tenang.

Dibuka sejak 2018, rumah makan ini sangat eksotis, aliran sungai ada di dalamnya. Hal itu semakin menambah nuansa alam di sekitar rumah makan. Makanya, tak heran resto Kang Hadi in, sangat tepat menjadi tempat tujuan wisata dan kuliner bagi masyarakat, khususnya mereka yang perutnya keroncongan saat melintas di jalur itu. Rumah makan menawarkan berbagai sajian menu lezat, seperti olahan ayam, ikan, udang, cumi, serta makanan ringan dan minuman yang bervariasi.

RM Kang Hadi menyajikan menu lezat, seperti olahan ayam, ikan, udang, cumi, serta makanan ringan dan minuman yang bervariasi.

Kepada Haluansultra.id, pemilik rumah makan, Hady Harianto, membeberkan, saat ini konsep makan di restoran outdoor atau ruang terbuka lebih diminati. Hampir disetiap provinsi di Indonesia memiliki warung makan populer yang letaknya di tengah hutan dan penuh makanan enak. Nah, usaha ini sengaja dibangun di tengah hutan untuk memberi kesan yang jauh dari suasana perkotaan. Banyak restoran yang hits justru dibantu karena lokasi mereka yang terletak di pedalaman, lengkap dengan suasana hutan asri yang bikin pengunjung rindu untuk kembali. “Memang ini sudah konsep kami ingin membangun rumah makan dengan lokasi bikin pengunjung nyaman,” katanya.

Meski lokasi berada di tengah hutan, tidak sulit untuk menemukan resto ini. Pengunjung tinggal masuk, sudah ada penunjuk arah, ditambah hadirnya pelayan yang ramah. Soal fasilitas dalam rumah makan ini tergolong lengkap, mulai dari masjid, listrik, toilet, gazebo, spot foto serta sejumlah taman dan kolam buatan menambah estetika. Area rumah makan dibelah oleh sungai selebar 8 meter dan disambung dua jembatan yang sengaja dibuat. “Kalau makan untuk gazebo kecil ada. Kami juga menyiapkan tempat untuk keluarga yang ramai,” katanya.

Suasana di RM Kang Hadi. Pengunjung bisa menghirup udara sejuk dan menikmati suasana alam.

Salah seorang pengunjung, Sigit, kepada Haluansultra.id mengaku senang dengan konsep rumah makan Kang Hadi. Suasana tenang dan sejuk bikin betah untuk berlama-lama. Kata dia, munculnya fenomena desain rumah makan sederhana tapi menarik di Sultra, memang layak untuk dijadikan ide bisnis desain warung makan. Desain restoran yang tidak biasa dan unik bisa mencuri perhatian masyarakat. Selain itu, dengan desain rumah makan yang menarik, masyarakat juga akan semakin penasaran untuk datang dan mencobanya.

“Pemandangan bagus. Lalu ada gazebo, ada tempat menyeberangi sungai. Intinya, suasananya tenang, apalagi ada air mengalir,” bebernya. “Kalau makanan dan minuman yang ditawarkan di sini harganya cukup terjangkau. Makanan ada dibanderol mulai dari Rp 20.000 saja, serta harga minuman mulai dari Rp 10.000. Semua tergantung pesanan,” sambung Sigit.

Udang goreng dan cah kangkung di RM Kang Hadi di poros antara Kecamatan Mowewe dan hutan Kolaka.

Soal rasa, lanjut Sigit, menu yang disajikan Kang Hadi sangat terasa nikmatnya. Menurutnya, selain lokasi salah satu yang harus diperhatikan seorang owner adalah menu yang disajikan. Misalnya, makanan yang unik, enak, konsisten dan harus terus bertambah dengan adanya kreasi baru dan berkurang seiring dengan tingkat permintaan pelanggan. Variasi makanan dan minuman tidak kalah pentingnya dibanding rasa, porsi dan tata cara penyajian atau presentasi makanan.

“Kalau menurut saya, presentasi makanan hal yang harus di perhatikan, tidak bisa sekedar menyajikan atau asal jadi. Presentasi makanan harus menggugah selera, menarik dan memberi nilai jual yang sesuai dengan kelas restoran. Kalau di Kang Hadi, enak. Silahkan datang berkunjung dan mencoba sendiri,” timpalnya. Satu hal lagi yang ditawarkan oleh Rumah Makan Kang Hadi, jika pengunjung datang saat musim buah.

RM Kang Hadi tampak dari depan

Dibolehkan untuk menikmati rambutan, langsat juga durian. Nah, dalam sehari puluhan orang yang melintasi jalan poros Kendari-Kolaka atau pun sebaliknya, selalu singgah di tempat tersebut untuk melepas lelah. Sigit berharap pemerintah bisa membantu industri usaha kuliner untuk bangkit setelah dihantam pandemi juga adanya inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Dia mengaku bangga dengan adanya usaha rumah makan karena manfaatnya tidak hanya untuk pemilik tapi juga membuka lapangan pekerjaaan.

Kata Sigit, restoran harus memiliki daya saing, sehingga bukan hanya dua atau tiga, sampai 5 tahun saja, tetapi bagaimana bisa bertahan mencapai puluhan tahun. Artinya, rumah makan seperti Kang Hadi bisa terus tumbuh di Sultra, sehingga pilihan kawasan wisata kuliner yang sejuk dan nyaman bertambah. “Saya doakan semoga usaha Kang Hadi lancar. Pastinya, saya senang berkunjung kesini, dan ingin kembali lagi,” tutupnnya. (HS)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: