OPM Bakar Dua Rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Jul 2025 13:39 705 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Gerombolan pemberontak negara OPM ngamuk membakar dua unit rumah milik Bupati Puncak, Papua Tengah, Elvis Tabuni, Minggu petang, 6 Juli 2025. Para pembangkang berdalih, pembakaran dilakukan lantaran prajurit TNI telah menjadikan rumah bupati tersebut sebagai markasnya.

Para pembangkang itu juga membakar Kantor Distrik Omukia, yang menurut OPM juga dijadikan Pos Pertahanan TNI. Informasi itu diperoleh TPNPB-OPM dari intelijennya, yang melaporkan dari Kabupaten Puncak.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengirim Siaran Pers itu lewat pesan pendek kepada koresponden, Minggu tengah malam, 6 Juli 2025 pukul 23.55 WIT. Namun dia tidak menyebut, bagaimana kondisi penghuni dua rumah dan kantor distrik tersebut.

“Yang jelas, pasukan TPNPB-OPM telah membakar dua unit rumah milik Bupati Puncak Elvis Tabuni dan Kantor Distrik Omukia. Kami tidak terima rumah dan kantor itu dijadikan markas dan pos militer Indonesia,” bunyi siaran pers.

Sambom menyampaikan alasan pembakaran tersebut. Pemanfaatan markas dan pos oleh TNI itu, kata Sambom, dapat melancarkan misi operasi TNI terhadap eksistensi pembangkang negara di wilayah Distrik Omukia.

Efeknya, lanjut Sambom, terjadi gelombang pengungsi warga lantaran takut akan keselamatannya jika terjadi kontak senjata. Dengan kata lain, Sambom menegaskan, pembakaran itu sebagai resistensi kombatan OPM terhadap keberadaan TNI di lokasi tersebut. Dikatakannya, keberadaan TNI di lokasi itu tidak menakutkan OPM, melainkan mencemaskan warga setempat.

“Itulah sebabnya kami membakar tiga unit bangunan tersebut. Semua itu dimaksudkan agar warga tidak ketakutan dan mengungsi,” dalih Sambom. Terkait itu, lanjut Sambom, Panglima TNI, Pangdam XVII/Cenderawasih, Koops Habema, Satgas ODC dan unsur pemerintahan Indonesia agar tidak lagi memanfaatkan bangunan sipil.

“Bangunan sipil yang terlanjur ditempati militer Indonesia, akan segera dieksekusi seluruhnya oleh OPM,” tulisnya. Sambom meminta Bupati Puncak, Elvis Tabuni, agar segera menghentikan kerja sama dengan militer Indonesia, dalam hal memata-matai gerak gerik dan keberadaan OPM. Dikonfirmasi koresponden terkait kebenaran informasi Sebby Sambom tersebut, Kapenkogabwilhan III, Kolonel Inf Winaryo, belum meresponnya hingga berita ini sampai ke pembaca. (fin/Herald)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x