
HALUANSULTRA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengapresiasi kesigapan PT Ceria Nugraha Indotama menanggulangi kepulan asap di area furnace smelter yang terjadi pekan lalu atau Senin 4 Agustus 2025 sore.
Anggota Komisi III DPRD Sultra, Suwandi, menyampaikan respon cepat perusahaan menunjukan bukti, jika pengelolaan smelter
merah putih milik anak bangsa tersebut bekerja secara profesional.
“Saya sudah dapat informasi kalau ada insiden kebakaran atau banyak kepulan asap di area smelter PT Ceria. Luar biasa kesigapan sehingga api tidak membesar,” jelasnya.

“Intinya, saya apresiasi penanganan dilakukan secara profesional, sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) keselamatan kerja yang berlaku, hingga tidak ada korban jiwa,” sambung legislator provinsi tiga periode ini, Rabu 13 Agustus 2025.
Suwandi pun meminta, pasca adanya musibah ini perusahaan harus lebih jeli dalam mengantisipasi segala sesuatu yang bisa berdampak negatif. Seperti terkait tumpahan slag yang terjadi di area furnace
“Ya ke depan harus lebih berhati-hati, menyiapkan alat pencegahan demi kenyamanan juga keselamatan karyawan. Saya yakin PT Ceria bukan perusahaan kaleng-kaleng. Kita menaruh harapan besar PT Ceria seperti namanya Ceria selalu,” tandasnya.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Sultra, Hj.Hasmawati, SE, juga merespon positif atas keberhasilan dalam mengendalikan musibah dengan cepat, dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Legislator Gerindra ini pun menginginkan pihak perusahaan melakukan evaluasi dan asesmen menyeluruh untuk mengetahui penyebab munculnya kepulan asap dan dampaknya.
“Jika terjadi kebakaran ini bukan hanya kerugian fisik, tetapi juga pukulan besar terhadap penghidupan ribuan masyarakat yang bekerja di tambang PT Ceria,” bebernya.
Hj. Hasmawati juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem dalam pabrik pengolahan nikel (smelter). Ini bukan hanya untuk PT Ceria, tapi seluruh perusahaan di Sulawesi Tenggara.
Ia juga menekankan pentingnya pemasangan fasilitas standar seperti alarm, MCB, dan alat pemadam api ringan (APAR).
“Keselamatan kerja harus dinomorsatukan. Kejadian ini wajib menjadi perhatian serius agar aspek pengawasan lebih diperketat,” tegas, wanita yang kerap disapa Hj.Cemma ini.
Sebelumnya, PT Ceria Nugraha Indotama menunjukkan respons sigap dan profesional dalam menangani insiden kepulan asap tebal di area furnace smelter, yang terjadi pada Senin, 4 Agustus 2025, sekitar pukul 16.48 WITA.
Peristiwa ini disebabkan oleh tumpahan slag yang terjadi di area furnace. Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Corporate Secretary PT Ceria Corp, perusahaan memastikan bahwa penanganan kejadian tersebut dilakukan sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) keselamatan kerja yang berlaku.
“Kepulan asap tebal di Area Furnace Smelter Ceria telah tertangani sesuai prosedur keselamatan yang berlaku,” jelasnya dalam press release yang dirilis Senin (04/08/2025).
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. PT Ceria menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan koordinasi yang efektif dari tim di lapangan.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap budaya keselamatan kerja, perusahaan akan terus memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan internal guna meningkatkan ketahanan operasional yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sistem keselamatan kerja secara menyeluruh dalam setiap lini operasional,” tegas pernyataan resmi tersebut.
PT Ceria juga menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting dalam memperkuat mitigasi risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan operasional di masa mendatang. (Imn/HS)

Tidak ada komentar