Pria berinisial A (24) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diamankan polisi usai membuat laporan palsu mengaku menjadi korban begal. (Foto: Istimewa)HALUANSULTRA.ID – Seorang pria berinisial A (24) di Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi setelah merekayasa laporan menjadi korban pembegalan. Pelaku nekat mengarang cerita lantaran takut kepada istrinya setelah gaji bulanan habis digunakan untuk judi online.
“Setelah digali keterangannya, akhirnya terungkap dia pakai untuk Judol. Dia manipulasi laporan gegara takut sama istri,” ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni dikutip dari Herald Sulsel, Selasa (5/4/2026), dilansir dari laman Herald.id.
Peristiwa ini bermula saat A mendatangi SPKT Polsek Panakkukang dan mengeklaim telah dibegal di Jalan Pettarani 7, Kecamatan Panakkukang, Makassar. A mengaku kehilangan ponsel dan uang tunai pada Selasa sore, sesaat setelah pulang kerja menerima upah.
Polisi yang menaruh curiga kemudian melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian yang disebutkan. Unit lapangan justru menemukan ponsel yang dilaporkan hilang tersebut masih berada di tangan pelaku.
“Tapi, pada intinya laporan begal itu kami tindak lanjuti dan unit lapangan mendapati HP tersebut. Tetapi, yang bersangkutan langsung mengaku ‘HP-ku sendiri ini, Pak’,” tutur Uji. A akhirnya mengakui skenario tersebut dibuat untuk menutupi rincian gaji dari keluarganya. Ia sengaja mengarang cerita pembegalan agar sang istri tidak curiga mengapa uang yang dibawa pulang berjumlah sedikit.
“Dia mau menghilangkan jejak dari keluarganya terkait perincian gaji, kenapa diterimanya sedikit. Dia mau hilangkan itu,” bebernya. Setelah diperiksa lebih lanjut, diketahui seluruh uang gaji pelaku ludes akibat kekalahan bermain judi online.
Motif rasa takut kepada istri menjadi alasan utama pelaku melakukan laporan palsu tersebut. Meski sempat diamankan, polisi memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap pelaku. Pertimbangan kemanusiaan menjadi dasar pemulangan A setelah ia mengakui perbuatannya. “Sudah kami kembalikan dan dia buat pernyataan. Di lain sisi karena peri kemanusiaan, yang penting dia sudah berjanji dan meminta maaf,” kata Uji. (Hms)

Tidak ada komentar