Siska : SPBU yang Terlibat Manipulasi BBM Kita Ditutup

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Okt 2026 10:28 907 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengancam menutup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terbukti terlibat dalam manipulasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal itu disampaikan Siska saat coffee morning di salah satu warung kopi di Kendari.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tidak akan memberi ruang bagi praktik yang merugikan masyarakat, terutama dalam penyaluran BBM bersubsidi. “Kalau hal ini masih terjadi, tentu akan dilakukan penutupan terhadap SPBU tersebut,” tegasnya.

Pemkot bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kejaksaan, dan sejumlah pihak terkait terus berupaya mengurai persoalan antrean BBM yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Upaya tersebut, kata Siska, mulai menunjukkan hasil. Antrean kendaraan yang sebelumnya mengular hingga berkilo-kilometer kini berangsur berkurang.

“Upaya itu saat ini sudah mulai terlihat. Karena sebelumnya antrean sangat panjang, bahkan berkilo-kilo, sekarang sudah mulai berkurang, ungkapnya.
Namun, Pemkot tidak ingin perbaikan tersebut terganggu oleh praktik penyalahgunaan BBM subsidi.

Siska mengungkapkan, belum lama ini ditemukan seorang warga yang diduga mencoba memanipulasi pengisian BBM bersubsidi di SPBU Rabam, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dan hal itu pasti bekerja sama dengan pihak SPBU.
“Ketika hal ini masih terjadi, maka kita akan tutup,” tegasnya.

Pemkot Kendari, kata Siska, tidak akan tinggal diam jika ditemukan pelanggaran serupa. Penindakan diperlukan agar penyaluran BBM bersubsidi tetap sesuai peruntukan dan tidak dikuasai pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan merugikan masyarakat.

“Saya tidak main-main dengan penimbunan BBM. Itu merugikan masyarakat lainnya. BBM subsidi itu milik masyarakat. Kalau terjadi penimbunan, masyarakat yang dirugikan,” katanya.

Tak hanya itu, Siska menegaskan bahwa penanganan persoalan BBM tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot. Pengawasan membutuhkan kerja bersama aparat penegak hukum dan pihak terkait, termasuk pengelola SPBU.

Ia mencontohkan langkah Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang turun langsung ke lapangan sejak pagi untuk memantau persoalan distribusi dan antrean BBM. “Bisa kita lihat sendiri, Pak Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, pukul lima atau enam pagi sudah berada di lapangan. Berkolaborasi dengan Forkopimda, Kejaksaan, dan rekan-rekan lainnya,” bebernya.

Menurutnya, Sudirman setiap hari berfokus pada penanganan persoalan BBM. Pemkot ingin memastikan antrean tidak kembali memanjang sekaligus mencegah penyimpangan dalam penyaluran bahan bakar bersubsidi.

Dengan demikian, Siska berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, termasuk dugaan manipulasi pengisian BBM subsidi. “Penataan distribusi BBM harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Sebab, ketika BBM subsidi disalahgunakan atau ditimbun, warga yang berhak justru berisiko kesulitan mendapatkan bahan bakar,” tandasnya. (Hms)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x