
HALUANSUĹTRA.ID – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kian parah.
Kondisi tersebut membuat warga mengeluhkan waktu yang terbuang serta sulitnya mendapatkan BBM. Masyarakat pun meminta Pemerintah Provinsi Sultra, Pemerintah Kota Kendari bersama DPRD Provinsi dan DPRD Kota Kendari turun tangan mencari solusi atas persoalan yang telah berlangsung berbulan-bulan tersebut.
Pantauan awak media, Sabtu (5/9/2026), ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengantre panjang di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Teratai dan kawasan Kota Lama Kendari.
Antrean bahkan terlihat mengular hingga ke badan jalan. Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.
“Saya mengantri sejak pagi, Pak. Sampai jam 2 siang belum sampai di SPBU. Bahkan ada yang dari subuh. Ini terus terjadi dan kami sangat menderita dengan hal ini. Belum lagi panas menyengat, BBM sulit, mati lampu, kenapa kita punya susah bertambah terus,” ujar Nurmansyah kepada wartawan media ini.
Ia meminta Gubernur Sultra, Wali Kota serta para anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kota Kendari tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.
“Kasihan kami ini, Pak. Pemerintah kita sepertinya sudah tidak peduli dengan kondisi yang ada. Belum lagi lampu sekarang sering padam, lengkap penderitaan ini. Makin susah kita hidup,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Idil, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot). Menurutnya, antrean panjang BBM sangat mengganggu aktivitas dan mata pencahariannya.
Ia mengaku banyak waktu produktif yang terbuang karena harus mengantre BBM. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Ini sangat meresahkan, Pak, tapi seolah pemerintah kita tidak peduli. Kami rakyat miskin semakin susah saat ini,” keluh Idil.
Ia berharap pemerintah daerah bersama para wakil rakyat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang dialami masyarakat. “Coba pemerintah turun lapangan. Jangan hanya duduk manis di kantor,” tegasnya.
Warga berharap persoalan antrean BBM tersebut segera mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.
Mereka meminta adanya langkah konkret agar distribusi dan pelayanan BBM di Kota Kendari kembali normal serta tidak terus membebani masyarakat. (Imn)

Tidak ada komentar