Aturan Baru FIFA Piala Dunia 2026, Perketat Tempo, Protes Bisa Berujung Kartu Merah

waktu baca 2 menit
Minggu, 17 Mei 2026 16:03 658 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Piala Dunia 2026 akan terasa berbeda. Lebih cepat. Lebih tegas. Lebih disiplin. Federasi sepak bola dunia resmi mengubah wajah permainan. International Football Association Board (IFAB) mengesahkan serangkaian aturan baru. Tujuannya jelas. Mengurangi buang waktu. Menekan aksi tidak sportif. Menjaga ritme pertandingan tetap hidup.

Perubahan paling terasa ada di bawah mistar. Kiper kini hanya punya delapan detik memegang bola. Wasit akan menghitung. Lima detik terakhir terlihat jelas. Jika lewat batas. Hadiahnya bukan lagi pelanggaran tidak langsung. Tapi tendangan sudut untuk lawan.

Situasi bola mati ikut berubah. Lemparan ke dalam kini dibatasi lima detik. Terlambat sedikit. Hak berpindah. Tidak ada kompromi. Hal yang sama berlaku saat tendangan gawang. Waktu berjalan. Hitungan muncul. Jika terlalu lama. Lawan kembali diuntungkan dengan sepak pojok. Pergantian pemain juga diawasi ketat. Pemain yang keluar hanya diberi waktu sepuluh detik. Jika sengaja lambat. Pengganti harus menunggu. Bahkan bisa tertahan hingga satu menit permainan berjalan.

Cedera pun tak lagi jadi celah. Pemain yang mendapat perawatan wajib keluar. Harus menunggu satu menit sebelum kembali. Aturan ini menyasar taktik lama. Mengulur waktu dengan berpura-pura sakit. Aturan paling keras ada pada sikap pemain.

Menutup mulut saat berdebat bisa berujung kartu merah. Jika dianggap menyembunyikan ucapan terlarang. Sanksi langsung dijatuhkan. Protes berlebihan juga tidak ditoleransi. Pemain atau ofisial yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk keberatan. Langsung diusir. Tanpa peringatan panjang.

Satu aturan lain memberi ruang napas. Kartu kuning dihapus setelah fase grup. Dibersihkan lagi usai perempat final. Pemain tak perlu khawatir kehilangan laga penting karena akumulasi lama. Perubahan ini bukan sekadar teknis. Ini soal arah baru sepak bola dunia. Lebih cepat. Lebih bersih. Lebih tegas. Piala Dunia 2026 tak hanya soal siapa juara. Tapi bagaimana permainan dijaga. Tetap adil. Tetap hidup. Tanpa drama yang berlarut. (bs/Herald.id)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x