
HALUANSULTRA.ID – Innalillahi Wainnalillahi Rajiun. Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer dalam Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) kembali bertambah. Korban terbaru atau yang kelima adalah Nola Dya Sari. Peserta SPPI dari Satdik C Kalimantan itu meninggal pada Jumat malam. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta tersebut.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan kelima peserta memiliki riwayat dan kondisi medis yang berbeda-beda. Berikut kronologinya:
Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan Yonanda mengalami penurunan kesadaran. Tim kesehatan kemudian membawanya ke Pos Kesehatan Satdik sebelum dirujuk ke RS dr. Noesmir Baturaja. Meski telah mendapatkan penanganan medis intensif, dokter menyatakan Yonanda meninggal dunia pada pukul 18.30 WIB akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Kondisinya terus memburuk hingga dokter menyatakan meninggal dunia pada pukul 19.00 WITA. Berdasarkan keterangan medis, penyebab kematiannya adalah heat stroke.
Hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita TB paru aktif dan menjalani perawatan di ruang ICU isolasi. Meski sempat dilakukan resusitasi jantung paru, Novia dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026 pukul 15.13 WIB akibat tuberkulosis (TB).
Namun, pada sore harinya keluhan kembali muncul sehingga Rifki dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB akibat pneumonia yang disertai komplikasi medis. Riwayat hipertensi dan obesitas juga tercatat dalam evaluasi medis.
Dalam proses penanganan terjadi henti jantung dan tim medis telah melakukan resusitasi jantung paru serta kardioversi. Namun, Nola dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB. Dikutip dari Inilah.com, Kemhan menyebut sebelum mengikuti pendidikan, Nola telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dengan catatan kelebihan berat badan. Saat ini hasil evaluasi medis masih terus didalami untuk mengetahui secara lebih komprehensif kondisi yang dialaminya. (ilo/Herald.id)

Tidak ada komentar