Innalillahi, Sudah 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal di Latsar Militer

waktu baca 3 menit
Senin, 29 Jun 2026 09:08 1085 Admin HS

HALUANSULTRA.ID – Innalillahi Wainnalillahi Rajiun. Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer dalam Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) kembali bertambah. Korban terbaru atau yang kelima adalah Nola Dya Sari. Peserta SPPI dari Satdik C Kalimantan itu meninggal pada Jumat malam. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta tersebut.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan kelima peserta memiliki riwayat dan kondisi medis yang berbeda-beda. Berikut kronologinya:

  1. Yonanda Muhammad Taufiq Yonanda merupakan peserta SPPI dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Pada 17 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, ia mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dengan berjalan kaki bersama peserta lain.

Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan Yonanda mengalami penurunan kesadaran. Tim kesehatan kemudian membawanya ke Pos Kesehatan Satdik sebelum dirujuk ke RS dr. Noesmir Baturaja. Meski telah mendapatkan penanganan medis intensif, dokter menyatakan Yonanda meninggal dunia pada pukul 18.30 WIB akibat cardiac arrest atau henti jantung.

  1. Anisa Muyassaroh Anisa merupakan peserta SPPI dari Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Pada 18 Juni 2026, sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, ia mengeluhkan sesak napas disertai mual. Anisa sempat mendapat pemeriksaan di Pos Kesehatan sebelum dirujuk ke RST dr. Hardjanto Balikpapan.

Kondisinya terus memburuk hingga dokter menyatakan meninggal dunia pada pukul 19.00 WITA. Berdasarkan keterangan medis, penyebab kematiannya adalah heat stroke.

  1. Novia Rahmadhani Sihotang Novia berasal dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau. Pada 22 Juni 2026, ia datang ke UKS dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Keesokan harinya, Novia dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita TB paru aktif dan menjalani perawatan di ruang ICU isolasi. Meski sempat dilakukan resusitasi jantung paru, Novia dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026 pukul 15.13 WIB akibat tuberkulosis (TB).

  1. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan Rifki merupakan peserta SPPI dari Satdik Yon PARAKO 465. Pada 25 Juni 2026, ia mengeluhkan sesak napas dan lemas. Setelah sempat mendapat terapi oksigen dan kondisinya membaik, ia kembali mengikuti kegiatan.

Namun, pada sore harinya keluhan kembali muncul sehingga Rifki dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB akibat pneumonia yang disertai komplikasi medis. Riwayat hipertensi dan obesitas juga tercatat dalam evaluasi medis.

  1. Nola Dya Sari Nola merupakan peserta SPPI dari Satdik C Kalimantan. Pada 26 Juni 2026, ia mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa keluhan kesehatan. Sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas dan badan terasa panas sehingga dirujuk ke RS Singkawang, kemudian dipindahkan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

Dalam proses penanganan terjadi henti jantung dan tim medis telah melakukan resusitasi jantung paru serta kardioversi. Namun, Nola dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB. Dikutip dari Inilah.com, Kemhan menyebut sebelum mengikuti pendidikan, Nola telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dengan catatan kelebihan berat badan. Saat ini hasil evaluasi medis masih terus didalami untuk mengetahui secara lebih komprehensif kondisi yang dialaminya. (ilo/Herald.id)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x